Istimewa BeritaGorontalo.com - Biadab, seolah tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, seorang paman tega melakukan kekerasan seksual ...
![]() |
| Istimewa |
BeritaGorontalo.com - Biadab, seolah tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, seorang paman tega melakukan kekerasan seksual kepada keponakannya sendiri yang tengah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial AS, (13), warga Kecamatan Tuminting, telah dicabuli oleh pamannya sendiri inisial AR, (31), warga yang sama. Peristiwa tersebut terjadi hingga berulang kali namun baru diketahui orang tua korban.
Terinformasi, kejadian berawal saat korban selesai melakukan aktifitas di sekolah, korban langsung masuk kamar dan langsung tertidur pulas dengan menggunakan pakaian babydoll. Saat korban sedang tidur, pelaku langsung masuk dan menyelinap ke dalam kamar dan langsung menindih tubuh korban. Namun korban tidak terbangun.
Melihat korban hanya diam pelaku kemudian meneruskan aksinya dengan membuka baju korban dan meremas-remas payudara siswi SMP itu. Tidak hanya sampai disitu, Pelaku kembali meneruskan aksi bejatnya kepada korban. Saat itu pelaku mulai memegang bagian kemaluan korban dan mencoba untuk memasukkan jarinya.
![]() |
| Tersangka saat digelandang aparat/ist |
Saat pelaku mencoba memasukkan jarinya ke kemaluan korban, akhirnya korban terbangun, dan melihat pelaku sudah berada di depannya.
“Kita rasa ada yang pegang kita pe kemaluan, kage kita langsung ta bangun soalnya rasa sakit. pas kita buka mata kita lia kita pe Om dimuka pa kita, kita langsung ba taria no pangge pa kita pe nenek. kage dia (pelaku) langsung lari keluar kamar,” terang korban di Mapolresta Manado, (20/9), malam.
Saat korban berteriak, terdengar oleh adik korban, kemudian adik korban melihat kedalam kamar dimana korban sedang menangis, kemudian melaporkan ke neneknya.
Neneknya pun langsung pergi kedalam kamar dan langsung menginterogasi korban dan disitulah terungkap bahwa korban telah dicabuli pamannya sendiri sebanyak tiga kali.
“Kita tako bilang pa kita pe orang tua karena dia (Pelaku) ancam pa kita kalau dia mo pukul pa kita,” ungkap korban.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tuminting. Tanpa tunggu lama, Polsek Tuminting menangkap pelaku dan dibawah ke Mapolresta Manado.
Sementara itu, Kasubag Humas AKP Rolly Sahelangi membenarkan adanya laporan tersebut. “Pelaku sudah kami tangkap, kasus ini akan ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkas dia. (*/mb/bg)


COMMENTS